Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

4 Januari dan Kamu :)

Sebelumnya aku hanya bisa berharap kamu akan bisa menjadi milikku setelah aku sering memperhatikanmu. Saat dirimu disana mulai menanyakan kabarku, senang sekali rasanya. 4 hari berlalu, dirimu memancingku hingga membuat aku tak sadar diri. Stelah seminggu kau menyatakan cinta padaku dan akupun merasakan kebahagiaan yang tak terkira setelah sekian lama aku memperhatikanmu dan berharap kau kan jadi milikku. Aku menerima cintamu dan kita bercanda bersama, keesokan harinya di waktu petang dirimu entah tak ada kabar hingga malam hari, ku menunggu balasan smsmu yang tak kunjung menghampiriku, aku mengkhawatirkanmu, aku tak tau dirimu sedang apa dan dimana, larut malam akhirnya kau balas smsku, kau mengatakan bahwa tadi sedang futsal, oke aku terima dan aku memakluminya, namun setelah 2x kau mengabarkan dirimu kau tak membalas pesan singkat yang ku kirim padamu, aku berfikir mungkin kau sudah tertidur. Esok harinya, sepulang sekolah aku mengirimkan pesan singkat lagi padamu, setelah aku menunggu cukup lama dirimu disana tak kunjung juga membalas pesan singkat yang ku kirim padamu, ku pikir dirimu sedang sibuk dengan aktivitasmu. Dan lagi-lagi aku memakluminya. Namun, saat aku tahu bahwa kakak dari seorang sahabatku temen sekelasmu, akupun mencoba bertanya, dan ternyata jawabannya sangat tidak menyenangkan hati.
Entah aku tak tahu harus bertanya kepada siapa lagi, karena akupun tak tahu siapa temen terdekatmu. Ku telepon ponselmu namun jawabannya nihil, dirimu juga tak menjawabnya. Semakin gundah hatiku memikirkanmu sedang apa, saat aku melihat profil facebookmu, kau bisa menyempatkan waktu untuk mengomentari foto cewek lain, sementara membalas pesan singkatkupun tidak. Tiba-tiba saat larut malam entah mengapa air mata ini jatuh menetes di pipiku. Sakit sekali rasanya. Ya hanya beberapa kata tersebut yang aku bisa ungkapkan tapi sangat bermakna sekali. Aku tak tahu harus berbuat apalagi, malampun tiba lagi-lagi aku harus sabar dan tabah saat kamu berkata bulan-bulan ini sangat sibuk, akupun memakluminya lagi. Satu minggu kemudian hati ini begitu perih rasanya mengapa selalu aku yang harus memulai duluan untuk mengirimkan satu pesan padamu ?
Sabtu, ya sabtu hari yang selalu dinanti umat manusia untuk berbahagia, namun tidak untukku karena hari sabtu membuat hati ini semakin merasakan kepedihan dan kesepian saat tak ada hadirnya dirimu. Aku mencoba untuk memngirimkan pesan lagi dan senangnya dirimu langsung membalasnya namun balasan darimu membuatku semakin sakit, saat aku bertanya masih adakah sayang itu dirimu menjawab iya, dan saat aku bertanya masihkah ingin melanjutkan hubungan ini, kau malah membuatku semakin bertanya-tanya, dirimu tak memberi kepastian yang sebenarnya, dan hanya memberikanku secuil pertanyaan yang entah kapan bisa terjawabnya. Aku selalu menunggumu, aku selalu memperhatikanmu, aku selalu mengikuti alur cerita yang kau buat, aku selalu merindukanmu, aku selalu berharap dirimu dapat menjadi seperti dulu. Namun apadaya aku juga tak bisa berharap lebih, mungkin dirimu sekarang sudah melupakanku, sudah tak menganggapku. Aku hanya bisa berdoa dirimu akan datang menemuiku untuk menjelaskan semuanya dan kita kembali bersama menyatu karena aku sangat menyayangimu :) 
Salam Rindu CR :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar